GPIB jemaat "IMMANUEL" di Probolinggo

62 335 421357 // 431237 , Rayon-B , Regio-II , BP Mupel Jatim ................................................................................................................. Tema (2006 - 2011) : Mempersiapkan Masa Depan Bangsa yang Damai dengan Sikap Tulus dan Jujur (Mazmur 37 : 37) ..................... Sub-tema (2006 - 2007) : Membangun Masa Depan dengan Semangat Perdamaian dan Pemulihan dalam Yesus Kristus (Roma 15 : 7)

Wednesday, November 25, 2009

29 Nov 09 : W A H Y U 1 4 : 6 - 1 1

W A H Y U 1 4 : 6 - 1 1
(Beberapa Catatan dan Informasi/Kutipan Lepas)

1. Pengantar
Kronologi
c. (kira-kira) tahun 26 [A.D.]: Yohanes menjadi murid Yesus.
c. tahun 30 : Yesus wafat, dibangkitkan dan terangkat ke surga.
c. tahun 54-68 : Masa kekuasaan Kaisar Nero.
c. tahun 67-68 : Paulus dipenjarakan di Roma.
c. tahun 70 : Yerusalem dihancurkan oleh bala tentara Romawi. Bait Suci ikut
dihancurkan. Orang-orang Yahudi hidup dalam diaspora.
c. tahun 81-96 : Masa kekuasaan Kaisar Domitian.
c. tahun 90-95 : Rasul Yohanes diasingkan ke Pulau Patmos.
c. tahun 90-96 : Kitab Wahyu ditulis
[Sumber: Quest Study Bible (Grand Rapids, Mich.: Zondervan, 2003), p. 1773].
Informasi: Pasal 12-14: Tantangan dan pergumulan Gereja demi Kristus.
Apa latar belakang dari perlawanan dunia terhadap Gereja? Di dalam pasal-pasal
inilah tabir itu diangkat. Ada tiga musuh yang berusaha menghancurkan Kristus
dan umatNya (12:17). Meskipun musuh-musuh tadi “diperkenankan untuk berpe-
rang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka” (13:7), na-
mun dari perspektif lain, gereja selamat dan dipelihara, bagaikan Elia di padang
gurun (12:14), lalu berhimpun dan bergabung dengan Anak Domba di Gunung
Sion [Sumber: John Stott, Men with a Message (Suffolk, England: ELT, 1994), pp. 154f.]

2. Eksposisi
[Sumber utama: Life Application Study Bible (Carol Steam, Illinois: Tyndale House, 2007), p. 2191].
14:6,7 Beberapa penafsir meyakini bahwa inilah himbauan (“appeal”) terakhir untk
semua orang di seluruh dunia untuk mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan. De-
ngan itu pula tak ada lagi alasan untuk seseorang mengatakan bahwa ia belum pernah
mendengar Injil. Para penafsir lain beranggapan bahwa sesungguhnya penghakiman
sudah berjalan. Ini bukan lagi himbauan! Sudah cukup waktu diberikan untuk meneri-
ma dan percaya kepada Injil. Masa akhir tidak akan ditunda lagi.
Informasi: One of the signs which were to precede the end was that the gospel would be
preached in all the world for a witness to all nations [Mat 24:12]. […]
It may seem strange that the angel with the gospel is followed immediately by
the angel of doom. But the gospel has of necessity a double-edged quality. It is
good news for those who receive it but it is judgment to those who reject it [kutipan
dari William Barclay, The Daily Study Bible: The Revelation of John, Vol 2 (Edinburgh: the Saint
Andrew, 1981), p. 109].
14:8 “Babel” (Inggris: Babylon) merupalan nama julukan bagi sebuah kota yang jahat
dan sebuah kerajaan yang bobrok secara moral. Babel jugalah yang menghancurluluh-
kan Yerusalem dan membawa orang-orang Yehuda ke pembuangan (bnd. 2 Raj 25
dan 2 Taw 36). Merupakan paralel dengan Babel-Yehuda adalah Kerajaan Romawi
dan orang-orang Kristen. Rasul Yohanes memakai paralel ini sebagai upaya untuk ti-
dak blak-blakan mengecam para penguasa Kerajaan Romawi.
“Sudah rubuh , sudah rubuh Babel …” merupakan gema dari nubuatan nabi Yesaya
(Yes 21:9) dan nabi Yeremia (Yer 51:8).

Informasi: In the ancient days Babylon to the prophets had been the very incarnation of
power and lust and luxury and sin; and the early Jewish Christians Babylon
seemed to have been reborn in the lust and luxury and immorality of Rome.
The fall of Babylon to Cyrus had been one of the shattering events of ancient
history [kutipan dari Barclay, Ibid., p. 110].
14:9-11 Allah menghukum orang-orang yang menyembah berhala. Mereka ini mem-
punyai tanda pada dahinya atau tangannya.
Informasi: Is this hell (14:10-11)?
Burning sulfur [ayat 11: “asap api yang menyiksa”] is commonly associated with
the torments of hell. These verses describe the unending suffering that awaits all
those who give allegiance to the worldly evil. In verses 9-12 an angel announces
the doom of those who submit to the beast. They are condemned to experience
God’s fury eternally. The passage thus exhorts Christians to remain faithful no
matter what the cost [kutipan dari Quest Study Bible (Grand Rapids, Mich.: Zondervan, 2007),
p. 1789].
14:11 The ultimate result of sin is unending separation from God. Because
human beings are created in God’s image with an inborn thirst for fellowship with
him, separation from God will be the ultimate torment and misery. Sin always
bring misery, but in this life we can choose to repent and restore our relationship
with God. In eternity there will no longer be opportunity for repentance. If in this
life we choose to be independent of God, in the next life we will be separated
from him forever. Nobody is forced to choose eternal separation from God, an
nobody suffers this fate by accident. Jesus invites all of us to open the door of
our heart to him (3:20). If we do this, we will enjoy everlasting fellowship with him
[kutipan dari Life Application Study Bible, op. cit.].

3. Excursus
Pasal 14 memberikan suatu deretan gambar sebelum cawan-cawan itu diisi penuh dengan
murka Allah. Seratus empat pulus empat ribu orang dilihat yang disebut “buah sulung” … dan
rupanya mereka adalah golongan yang terdapat dalam Pasal 7. Seorang malaikat terbang di
tengah-tengah langit memberitakan Injil yang kekal serta berseru agar orang takut akan Allah,
karena telah tiba saat penghakiman-Nya (ay. 6-7). Sementara itu malaikat lain berseru ten-
tang robohnya Babel dan nasib mereka yang menyembah Binatang (ay. 8-11). Kemudian se-
orang seperti Anak Manusia menuai bumi dengan sabit-Nya (ay. 14-16). Dan seorang malai-
kat lain memanen buah anggur bumi dan melemparkan ke dalam kilangan besar murka Allah.
Rupanya itu adalah permulaan dari murka (ay. 18-20). Lalu murka itu digenapi dalam Cawan-
Cawan Murka (ps. 15 dan 16).
Semua ini menggambarkan murka Allah terhadap Iblis dan dosa. Kadang-kadang kesusah-
an besar (siksaan dahsyat) disebut sebagai murka Allah. Tetapi sebenarnya Kesusahan besar
itu adalah murka Iblis. Sebab Iblis datang “dalam geramnya yang dahsyat karena ia tahu, bah-
wa waktunya sudah singkat” (Why 12:12) [kutipan dari James H. Conkey, Tafsiran Wahyu, terj. (Bandung:
KH, 1997), hlm. 36].

- - - NR - - -